Zaman sekarang sahabat sejati masih ada nggak ya? Jika kamu belum pernah
menemukan teman yang sangat kamu sukai, awalilah dengan menjadi seorang bisa disukai teman-temanmu. Kita intip dulu tips
berikut ini:1. Jadilah pendengar yang baik buat teman-temanmu.
Jangan pernah sekalipun kamu bersikap menggurui. Memberi nasihat
boleh-boleh aja, tapi jangan melakukannya dengan cepat. Pelahan-lahan
namun pastikan temanmu itu mendengarkannya.
2. Setiap orang
memiliki pribadi yang unik dan khas
Cobalah mengerti bagaimana
karakter temanmu. Hormatilah pendapatnya. Walau kadang kalian bisa
saling berbeda pendapat dan keyakinan, namun pasti ada jalan tengah yang
bisa ditempuh asal jangan tergesa-gesa memutuskannya.
3.
Peliharalah kepercayaan yang telah diberikan oleh teman dekatmu itu
Jangan
pernah sekali-kali kamu mengobral rahasia temanmu pada orang lain.
Saling jaga rahasia, anggap saja antara kalian ada sebuah permainan yang
hanya bisa dimainkan oleh kamu dan temanmu.
4. Berilah dukungan
dan pujilah temanmu, kesampingkan kesalahannya dan kelemahannya.
5.
Jangan pernah merasa iri kepada temanmu.
Kebahagiaannya adalah bahagia milikmu juga. Ikut berbahagialan atas
keberhasilan temanmu.
6. Dekat bukan berarti harus tergantung satu
sama lain.
Berikan pertolongan secukupnya. Jagalah 'jarak' yang wajar. Mundurlah
sedikit bila kita merasa pertemanan sudah terlampau dekat. Sebaliknya,
mendekatlah kala kita merasa pertemanan sudah semakin renggang.
7.
Sisihkan waktu untuk melakukan kegiatan refresing bersama.
Kembangkan sikap toleransi, fleksibelitas, asertive, empati dan belajar
saling memahami.
8. Jangan pernah ragu untuk minta maaf pada
temanmu saat kamu melakukan sebuah kesalahan padanya.
Setelah itu berusahalah perbaiki kesalahanmu. Begitu pula sebaliknya,
berikan maaf dan lupakan kesalahannya jika ia bersalah.
Rabu, 02 Mei 2012
Rabu, 11 April 2012
Renungan Dari Sebuah Kepompong
video ini menceritakan tentang pelajaran dari seekor kupu-kupu,,
Di sini kita harus saling memotivasi antara teman, sahabat dan yang lainnya juga,,
karena motivasi itu sangat penting bagi setiap diri individu..
Rabu, 04 April 2012
teknologi layanan bkLayanan Bimbingan dan Konseling Berbasis TI Perkembangan teknologi dan informasi telah berdampak luas dalam berbagai bidang kehidupan termasuk dalam bidang Bimbingan dan Konseling. Dalam bidang tersebut Teknologi dan informasi membantu dalam proses konseling dengan menggunakan pelayanan berbasis teknologi dan informasi. Pengertian pelayanan konseling itu sendiri berasal dari Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pelayanan adalah usaha melayani kebutuhan orang lain. Menurut Cavanagh, konseling merupakan “a relationship between a trained helper and a person seeking help in which both the skills of the helper and the atmosphere that he or she creates help people learn to relate with themselves and others in more growth-producing ways.” Hubungan antara seorang penolong yang terlatih dan seseorang yang mencari pertolongan, di mana keterampilan si penolong dan situasi yang diciptakan olehnya menolong orang untuk belajar berhubungan dengan dirinya sendiri dan orang lain dengan terobosan-terobosan yang semakin bertumbuh (growth-producing ways). Dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”. Pelayanan konseling adalah suatu kegiatan antara seorang konselor (orang yang terlatih) dengan konseli (orang yang mencari pertolongan) untuk melayani kebutuhan konseli agar konseli belajar untuk berhubungan dengan dirinya dan orang lain supaya kemampuan konseli berjalan secara optimal. Dalam Standar Kompetensi Konselor Indonesia telah mengamanatkan kepada para konselor untuk menguasai teknologi informasi untuk kepentingan pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Identifikasi layanan Bimbingan dan Konseling yang dapat dilakukan dengan teknologi informasi. Layanan bimbingan dan konseling dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya : a. Konseling melalui Telepon. b. Konseling melalui video-Phone. c. Konseling berbantuan komputer yaitu Email. d. Konseling melalui internet atau chatting Dalam mengaplikasikan konseling berbasis teknologi dan informasi bisa dilakukan dengan cara dalam bentuk layanan, yaitu: 1. Pada layanan orientasi yaitu layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai. Dalam layanan ini, teknologi yang dapat diterapkan yaitu membuat publikasi berupa pemberi informasi dan pengenalan tentang BK dengan bantuan komputer. 2. Layanan informasi yang merupakan kegiatan Bimbingan dan Konseling yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada siswa, dan mengembangkan keterampilan siswa bagaimana mencari informasi (personal-sosial, karier, pendidikan). Teknologi yang dapat diterakan yaitu self-initiated information searching dengan menggunakan internet. 3. Layanan konsultasi yaitu layanan bantuan yang diberikan kepada guru, administrator sekolah, dan orang tua untuk memahami siswa atau anak. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu cyber consultation/cyber counseling. 4. Layanan appraisal yang merupakan kegiatan Bimbingan dan Konseling yang berupa pengumpulan, analisa, dan pengumpulan data personal, psikologis, sosial siswa; yang berguna untuk memahami siswa dan membantu siswa memahami dirinya sendiri. Teknologi yang dapat diterapkan pada teknik testing dan non testing menggunakan komputer dan internet. 5. Layanan konseling perorangan merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Pada layanan ini juga, apabila konselor tidak bisa menemui konselinya dalam melakukan konseling konselor bisa menggunakan teknologi berupa cyber consultation/cyber counseling seperti menggunakan e-mail, jejaring social (internet) atau menggunakan handphone.
Layanan Bimbingan dan Konseling Berbasis TI
Perkembangan teknologi dan
informasi telah berdampak luas dalam berbagai bidang kehidupan termasuk
dalam bidang Bimbingan dan Konseling. Dalam bidang tersebut Teknologi
dan informasi membantu dalam proses konseling dengan menggunakan
pelayanan berbasis teknologi dan informasi.
Pengertian pelayanan konseling itu sendiri berasal
dari Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pelayanan adalah usaha
melayani kebutuhan orang lain. Menurut Cavanagh, konseling
merupakan “a relationship between a trained helper and a person
seeking help in which both the skills of the helper and the atmosphere
that he or she creates help people learn to relate with themselves and
others in more growth-producing ways.” Hubungan antara seorang
penolong yang terlatih dan seseorang yang mencari pertolongan, di mana
keterampilan si penolong dan situasi yang diciptakan olehnya menolong
orang untuk belajar berhubungan dengan dirinya sendiri dan orang lain
dengan terobosan-terobosan yang semakin bertumbuh (growth-producing
ways).
Dalam
Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan
Menengah dikemukakan bahwa “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan
kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal
lingkungan, dan merencanakan masa depan”. Pelayanan konseling adalah
suatu kegiatan antara seorang konselor (orang yang terlatih) dengan
konseli (orang yang mencari pertolongan) untuk melayani kebutuhan
konseli agar konseli belajar untuk berhubungan dengan dirinya dan orang
lain supaya kemampuan konseli berjalan secara optimal.
Dalam Standar Kompetensi Konselor Indonesia telah
mengamanatkan kepada para konselor untuk menguasai teknologi informasi
untuk kepentingan pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah.
Identifikasi layanan Bimbingan dan Konseling yang dapat dilakukan dengan
teknologi informasi. Layanan bimbingan dan konseling dapat dilakukan
dengan berbagai cara, diantaranya :
a. Konseling melalui Telepon.
b. Konseling melalui video-Phone.
c. Konseling berbantuan komputer yaitu
Email.
d. Konseling melalui internet atau chatting
d. Konseling melalui internet atau chatting
Langganan:
Postingan (Atom)

